Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis Diabetik

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Glukosa adalah salah satu “bahan bakar” utama bagi tubuh. Insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas, membantu glukosa masuk ke dalam sel dari darah. Ketika jumlah insulin tidak memadai, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan sel akan merasa “lapar” meskipun kadar glukosa dalam darah tinggi. Sel akan menghancurkan sel lemak sebagai “cadangan makanan” menggantikan glukosa. Sayangnya, proses ini menghasilkan senyawa keton. Keton memang dapat menghasilkan energi namun juga dapat menyebabkan darah terlalu asam. Kondisi ini disebut juga dengan ketoasidosis. Ketoasidosis diabetik merupakan komplikasi akut dari diabetes atau kencing manis, terutama pada penderita diabetes tipe 1. Pada penderita diabetes tipe 1, produksi insulin sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali. Sebaliknya, penderita diabetes tipe 2 jarang mengalami kondisi ini. Penyalahgunaan konsumsi alkohol juga dapat berujung pada kondisi ini. Kondisi ini disebut sebagai ketoasidosis alkoholik.  

Ketoasidosis diabetik terkadang menjadi tanda pertama yang muncul pada penderita diabetes tipe 1. Kondisi ini juga seringkali muncul pada mereka yang menghentikan terapi insulin atau adanya penyakit penyerta lain. Pada dasarnya, seseorang dengan penyakit berat membutuhkan energi besar untuk proses penyembuhan. Beberapa penyakit umum yang dapat menyebabkan ketoasidosis adalah infeksi paru atau pneumonia dan infeksi saluran kemih, serangan jantung, stroke, dan pankreatitis atau radang pankreas. 

Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik adalah kondisi darurat medis. Rawat inap, umumnya memerlukan perawatan intensif, akan diperlukan. Dokter akan memberikan cairan yang mengandung elektrolit seperti natrium, kalium, klorida dan terkadang fosfat dalam jumlah besar untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang dari tubuh. Insulin kerja cepat juga akan diberikan via pembuluh darah langsung untuk mengatasi kondisi ini. Kadar glukosa, keton, keasaman dan elektrolit dalam darah juga akan diperiksa seiap jamnya. 

Pemeriksaan kadar gula darah rutin dan perhatian terhadap gejala-gejala awal diabetes merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya kondisi ini. Pola makan teratur dan olahraga juga memegang peranan penting dalam menjaga kadar gula dalam darah. 

 

Sumber: Burtsaert EF. MSD Manual Professional (2019). Diabetic Ketoacidosis.

"ObatDiabetes.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."

Mungkin anda menyukai ini

Bincang Kita : Manis tapi Tak Memuaskan, Diabetes vs Impotensi
Bincang Kita : Manis tapi Tak Memuaskan, Diabetes vs Impotensi
Diabetes Insipidus
Diabetes Insipidus
Berkenalan dengan Diri: Siapakah Pankreas?
Berkenalan dengan Diri: Siapakah Pankreas?