Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus

BANDUNG, CMIHOSPITAL.COM - Diabetes merupakan penyakit yang cukup sering ditemui di Indonesia. Namun, tidak seperti diabetes tipe 1 maupun 2, jenis diabetes yang lebih jarang ditemui adalah diabetes insipidus.

Diabetes insipidus adalah suatu kondisi langka berupa gangguan pada regulasi kadar cairan tubuh. Penderita diabetes insipidus menghasilkan urin berlebih sehingga berujung pada rasa haus yang terus menerus dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Walaupun memiliki gejala yang serupa dengan diabetes tipe 1 dan 2, penyebab diabetes insipidus sama sekali berbeda. Terdapat dua jenis diabetes insipidus berdasarkan faktor penyebabnya: diabetes insipidus nefrogenik dan diabetes insipidus sentral atau neurogenik.

Diabetes insipidus sentral terjadi akibat gangguan pada pengeluaran hormon vasopresin oleh kelenjar pituitari. Hormon vasopresin berfungsi sebagai pengatur keseimbangan cairan tubuh. Pada diabetes insipidus nefrogenik, produksi vasopresin normal, namun ginjal tidak merespons sebagaimana mestinya. Akibatnya, produksi air seni meningkat drastis antara 3 bahkan hingga 30 liter per hari pada kasus diabetes insipidus sentral. Dengan kata lain, diabetes insipidus dapat berujung pada kondisi dehidrasi. Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, muntah, diare, dan pertumbuhan terhambat pada anak. Pada kasus dehidrasi berat, pasien dapat mengalami hipernatremia atau kadar natrium tinggi dalam darah. Hipernatremia dapat berujung pada gangguan saraf otak dan ototo seperti linglung, kejang, hingga koma. Jika tidak segera mendapat perawatan, diabetes insipidus sentral dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen.

Diabetes Insipidus

Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh kelainan gen atau bawaan maupun penyebab lain yang mendasarinya seperti cedera pada otak, kista dan/atau infeksi pada ginjal, ketidakseimbangan elektrolit kalium dan kalsium, kanker, hingga komsumsi obat-obatan seperti deksametason, dopamin, dan ofloksasin.

Meskipun sebagaian besar kasus bersifat seumur hidup, namun kontrol gejala dapat lebih mudah dilakukan dibandingkan diabetes mellitus. Oleh karena itu, kunci utama kesehatan menurut Ibnu Sina, Bapak Kedokteran Modern asal Persia, adalah menjaga keseimbangan pola makan, olah raga rutin, serta keseimbangan jiwa.

"ObatDiabetes.ID dan Klinik Utama CMI memiliki keunggulan pada perawatan penyakit Diabetes. Kami mengadopsi metode pengobatan komplementer kedokteran klasik berbasis terapi formula Ibnu Sina yang terintegrasi dengan metode konvensional kedokteran modern, sehingga tingkat kenyamanan pasien lebih tinggi, minim efek samping dan tanpa tindakan invasif."